Showing posts with label tips. Show all posts
Showing posts with label tips. Show all posts

Saturday, 2 April 2016

PENGALAMAN MELAMAR KERJA DI BANK BRI (BAGIAN 3)



WAWANCARA AKHIR 


Menunggu hasil psikotes yang belum pasti jika dalam dua minggu saya tidak dihubungi, maka itu artinya saya tidak bisa mengikuti tes selanjutnya. Satu minggu telah berlalu, namun belum juga ada yang menghubungi. Dua minggu kemudian belum juga ada yang menghubungi. Saya sudah bisa patiskan bahwa saya tidak lolos tes psikotes. baca juga (PENGALAMAN MENDAFTAR KERJA DI BANK RAKYAT INDONESIA (BRI) Bagian 2 )


Namun saya tetap tenang, walaupun saya tidak lolos psikotes saya terima mungkin usaha saya selama saya masih belum maksimal. Semuannya saya kembalikan ke Tuhan,karena ini semua rencana-Nya. Tiga minggu sudah berlalu namun belum juga ada panggilan, keyakinan saya semakin bertambah bahwa saya benar – benar tidak lolos untuk mengukuti tahapan selanjutnya.

Setelah tiga minggu berlalu, pada pagi hari hp saya berdering sepertinya bukan no dari PT. Prismas tapi no telepon rumah dengan kode awal (0534) itu kode wilayah Kabupaten Ketapang. Sayapun langsung mengakat dan ternyata saya dihubungi oleh BRI Cabang Ketapang untuk mengukuti tes tahapan selanjutnya yaitu wawancara akhir yang dijadwalkan pada hari Jum’at Jam 10.00 WIB. Saya dihubungi pada hari Rabu jadi masih ada waktu satu hari bagi saya untuk mempersiapkan semuanya.

Malam harinya saya terus bersemangat untuk browsing internet untuk mencari tahu tips – tips menghadapi wawancara akhir. Setelah mempelajari dan mengerti membuat saya terus semangat dan tambah percaya diri. 
Hari Jumat saya siap mengikuti tes wawancara saya mengunakan baju kemeja panjang kotak – kota celana hitam dan sepatu resmi. Ada 10 orang yang dijadwalkan untuk mengikuti wawancara pada hari ini, saya melihat mereka 9 orang sangat kompak mengenakan atasan putih dan bawahan hitam. Cuma saya seorang yang berbeda. Ada keinginan dalam hati saya untuk pulang ke rumah dan mengganti baju saya, masih ada waktu setengah jam tapi pada saat saya ditelepon tidak ada instruksi untuk mengunakan atasan putih dan bawahan hitam. Yasudah saya tetap dengan pakaian semula, walaupun berbeda dengan teman – teman yang lain yang terpenting rapi dan sopan.

Dari sepuluh orang tersebut, saya adalah orang pertama yang dipanggil untuk mengikuti wawancara dan masuk keruangan Pimpinan Cabang. Pertama – tama agak gerogi pada saat masuk wajah agak sedikit pucat namun saya tetap yakin dan tetap  percaya diri.  

Saya masuk ke ruangan Pinca, disitu ada dua orang di depan saya siap untuk melalukan wawancara. Saya mengucapkan selamat pagi dan salaman kepada mereka berdua. Setelah itu saya di suruh duduk oleh mereka berdua. Mereka memperkenalkan diri yang pertama Bapak Marhehe Siburian selaku Pimpinan Cabang BRI Ketapang pada saat itu dan Bapak Suryono selaku AMO (Asisten Manager Operasional) BRI Ketapang.

Setelah memperkenalkan diri, mereka mulai mewawancarai saya. Orang pertama yang mewawancarai saya yaitu bapak AMO silahkan perkenalkan diri anda ? saya langsung memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama, riwayat pendidikan, pengalaman kerja, dan prestasi yang pernah di raih.

Pertanyaan brikutnya, kamu kuliah sambil bekerja, bagaimana cara anda membagi waktu kerja dengan waktu anda belajar ? saya menjawab : pada saat itu, kuliah merupakan prioritas bagi saya. Sedangkan bekerja cara saya untuk mengisi waktu luang saya. Saya kuliah dari jam 8 sampai dengan jam 1 setiap Senin sampai Jum’at dan saya mengajar dari jam 2 sampai jam setengah 9 malam dari hari Senin sampai dengan Jum’at.  Dari jam 9 malam saya pergunakan waktu untuk mengerjakan tugas kuliah ditambah dengan hari Sabtu dan Minggu. Prinsip saya tidak mau menumpuk pekerjaan atau tugas.

Pertanyaan selanjutnya Apa yang anda ketahui tentang BRI ? saya menjawab dengan sangat hati – hati BRI merupakan Bank Terbesar dan Tersebar di Indonesia yang mampu menjangkau bebagai kepulauan di Indonesia. Usianya kini sudah memasuki usia 119 Tahun, (pada saat itu beberapa hari sebelum saya diwawancari BRI baru saja berulang tahun ke 118). Produk BRI yang paling terkenal yaitu Simpedes dan BRItama.

Apa anda punya tabungan BRI ? saya menjawab Saya punya tabungan Simpedes

Pak AMO selesai bertanya kepada saya dilanjutkan oleh Pak Pinca. 

Apa motovasi kamu bekerja di Bank BRI ? saya menjawab setelah selesai kuliah, prioritas utama saya yaitu bekerja mencari penghasilan, dan BRI memberikan peluang bagi saya untuk itu tidak akan saya sia – siakan.

Apa yang anda ketahui tentang frontliner yaitu cs dan teller ? saya menjawab teller bertugas melayani transaksi nasabah untuk menyetor uang tunai dan tarik uang tunai sedangkan cs bertugas membuatkan rekening baru untuk nasabah, mengatasi keluhan nasabah pembukuan dan lain sebagainya.

Sebelumnya apakah anda pernah melamar kerja ke perusahaan lain ? Ya saya pernah melamar kerja ke BSM dan berhenti pada tahap Psikotes, dan BPJS Ketenagakerjaan tanpa tes untuk mahasiswa 5 besar IPK tertinggi pada Wisuda Untan  tahap 1 tahun 2013 dan hanya mengikuti tes kesahatan tapi sampai sekarang belum ada panggilan.

Mengapa anda mau jadi teller atau CS padahal pekerjaan tersebut bisa dikerjakan oleh anak yang tamatan SMU ? Peluang bagi saya untuk mendapatkan pekerjaan di luar sana sangat banyak. Namun kesempatan cuma datang satu kali. Saya juga ingin menerapkan ilmu – ilmu yang telah saya dapatkan pada saat kuliah yaitu bisa berinteraksi dengan masyarakat mikro dan bisa meyakinkan masyarakat dengan apa yang saya ucapakan. Saya siap jika harus memulainya dari bawah dan saya berharap BRI bisa memberikan kesempatan itu bagi saya untuk bergabung.

Sebelumya anda pernah bekerja, dan mengapa anda keluar dari pekerjaan lama anda ?  saya bekerja di suatu Bimbel di Pontianak, kurang lebih selama 3 tahun selama saya kuliah. Setelah saya selesai kuliah maka saya putuskan untuk keluar dari pekerjaan tersebut dan pulang ke kampung halaman untuk mencari pekerjaan yang lebih baik lagi dari sebelumnya.

Berapa gaji terbesar yang pernah anda terima di tempat kerja anda dulu ?  saya menjawab gaji terbesar yang pernah saya terima yaitu Rp 900.000 (Sembilan Ratus Ribu Rupiah)

Bagaimana jika BPJS Ketenagakerjaan menerima anda ? Saya tidak akan pernah untuk membuang kesempatan yang hanya datang satu kali, dan Jika BRI memberikan kesempatan itu pada saya untuk bergabung saya tidak akan menolaknya.
Pertanyaan  terakhir yang tidak pernah saya lupakan :

Apa anda bisa menjadi CS atau Teller ? seperti yang bapak katakan tadi bahwa CS atau Teller bisa dikerjakan oleh orang yang tamatan SMU. Kenapa tidak dengan saya yang tamatan S1.

Wawancara hari ini sudah selesai, Apa ada pertanyaan dari saudara ?
Saya langsung bertanya Apakah ada kesempatan bagi saya untuk bisa bergabung di BRI ?
Pak Pinca menjawab Kesempatan pasti ada, untuk itu kamu harus tetap berusaha dan terus belajar dan jangan puas dengan apa yang telah kamu capai sekarang ini.

Ada lagi yang mau di tanyakan ? saya menjawab tidak ada pak

Saya salaman dan Selesai keluar dari ruangan yang mendebarkan Jantung.

Sebenarnya masih banyak pertanyaan yang ditanyakan oleh Pinca tapi saya sudah lupa, wawancara tersebut memakan waktu lebih dari satu jam lamanya. 

Sekian dulu yaaaa
Bersambung
 

Sunday, 21 February 2016

PENGALAMAN MENDAFTAR KERJA DI BANK RAKYAT INDONESIA (BRI) Bagian 1



Pada tulisan sebelumnya, saya telah menulis pengalaman saya melamar kerja di Bank Syariah Mandiri (BSM). Tulisan saya kali ini saya akan bercerita pengalaman saya melamar kerja di Bank BRI. Sebelumnya saya telah memasukkan berkas lamaran kerja pada PT Prismas Jamintara yang bekerjasama dengan Bank BRI pada saat Job Fair di Kampus BSI Pontianak akhir tahun 2013 lalu. (baca Pengalaman Melamar Kerja di Bank Syariah Mandiri).

Setelah mengikuti Tes Psikotes di Bank BSM belum juga ada panggilan untuk mengikut tes selanjutnya. Seminggu berlalu, saya sudah bisa memutuskan sendiri bahwa saya tidak lolos untuk tahap selajutnya. Beberapa hari kemudian saya sempat memasukkan lamaran kerja ke PT. Limpah Sejahtera ikut teman saya. Beberapa hari kemudian ada SMS masuk dari PT Prismas Jamintara bahwa sore ini jam 14.00 WIB anda dijadwalkan untuk mengikut tes wawancara awal di Kantor PT Prismas Jamintara di Pontianak. Bayangkan sekarang sudah jam 12 siang dan saya masih di Ketapang, bagaimana bisa saya mengikuti wawancara tersebut di Pontianak lagi sedihnyaaa.

Akhirnya saya menelpon PT Prismas Jamintara memberitahukan bahwa saya tidak bisa mengikut tes wawancara tersebut dikarenakan saya masih di Ketapang dan tidak terkejar jika harus ke Pontianak sekarang. Jawaban mereka ohhh tidak masalah mas, nanti ikut tes wawancara di Ketapang saja. Nanti akan kami hubungi lagi. Saya sangat senang,  masih diberi kesempatan untuk mengikuti wawancara di Ketapang. Masih ada peluang dan harapan untuk saya.

Sambil menunggu panggilan untuk tes wawancara dengan PT.  Prismas Jamintara, saya sendiri tetap mengikuti tes wawancara dan psikotes di PT Limpah Sejahtera. Namun psikotesnya hanya tes kepribadian saja saya lupa apa nama tes kepribadianya. Selanjutnya pertanyaan wawancara yang masih saya ingat yaitu: untuk sekarang ini kita membutuhkan banyak mandor kebun apa anda siap ? Ya Allah saya salah masukkan lamaran sepertinya, main masuk – masukkan aja lamarannya akhirnya kaget sendiri pada saat wawancara. Mau tidak mau saya menjawab saya siap padahal saya tidak tau sama sekali apa itu mandor kerjanya apa masih belum ada gambaran. Pertanyaan yang susah sekali untuk saya jawab yaitu : Di kebun, banyak pekerja dari luar Ketapang dan mereka cukup kasar, malas kerja dan tempramen bagaimana cara anda menanganinya ?  saya hanya bisa menjawab laporkan hasil kerja mereka apa adanya pada atasan. Sumpah saya benar – benar tidak bisa harus menjawab apa pada saat itu. Intinya mungkin sikap yang diperlukan seorang mador menurut saya yaitu ketegasan tidak takut dengan ancaman bawahan meskipun mereka lebih tua dari kita. Jangan main lapor atasan saja jika kita masih bisa menangani masalah yang dihadapi oleh bawahan kita dilapangan. Menjalin kerja sama dan komunikasi yang baik antara atasan dan bawahan dalam artian yang positif pada saat di lapangan. Ohhhh mengapa baru terfikirkan sekarang jawabanya.

Kalian juga pasti bisa putuskan hasil wawancara saya gagal untuk sekian kalinya. Namun saya tidak putus asa, seminggu kemudian saya mendapat SMS dari teman saya bahwa BRI Ketapang ada lowongan untuk menjadi Frontliner. Saya pergi ke Bank BRI di Unit Terdekat yaitu BRI Unit Pawan dan ada tempelan lowongan kerja di depannya dan langsung saya foto syarat dan ketentuannya. Saya kaget bahwa lamaran paling lambat di masukkan pada hari Jum’at Pukul 16.00 WIB di BRI Cabang Ketapang. Artinya hari itu juga, terakhir lamaran di terima. Kendala saya yaitu saya belom ada SKCK dan surat Keterangan Sehat dari dokter karena pada lamaran kerja sebelummnya saya tidak pernah melampirkan kedua syarat tersebut. Sekarang sudah pukul 10.30 WIB saya langsung ke Puskesmas Kedondong tibanya di sana ternyata sudah tutup. Langsung saya pergi ke Polres Ketapang untuk menanyakan syarat membuat SKCK dan ternyata sudah tutup juga. Saya langsung sholat Juma’at dulu berdoa agar diberikan kemudahan, dan setelah sholat jumat langsung pulang ke rumah untuk makan siang. Setelah itu saya minta tolong sama bapak saya untuk menelpon temannya seorang Polisi menayakan syarat pembuatan SKCK, setelah tau syaratnya. Saya langsung ke Kelurahan untuk minta surat pengantar membuat SKCK setelah dapat pengantar dari desa saya langsung ke Polres Ketapang. Untuk membuat SKCK masih ada satu syarat yang belum saya penuhi yaitu Kartu Identifikasi, itu artinya saya harus membuat kartu identifikasi dulu. Kendalanya pertugas yang menangani untuk Identifikasi Sidik jari masih menangangi kasus pembunuhan di lokasi dekat Jembatan Pawan. Jam sudah pukul 14.00 itu artinya masih tersisa 2 jam lagi. Sambil menunggu petugasnya datang, saya sempatkan diri ke Rumah Sakit untuk minta Surat Keterangan Sehat, petugas RS bilang, sudah tutup dan silahkan kembali lagi pada hari Senin.

Saya telah berusaha untuk memperoleh Surat Keterangan Sehat, namun gagal. Akhirnya saya kembali lagi Polres Ketapang untuk membuat Kartu Identifikasi. Tepat Jam setengah 3 sore petugasnya baru datang dari tugasnya. Kami langsung dilayani kebetulan pada saat itu ada orang dari Tumbang Titi, yang juga ingin membuat kartu Identifikasi dan SKCK. Jam sudah menunjukkan jam 3 sore artinya tinggal tersisa waktu 1 jam saja. Kartu identifikasi sudah selesai selanjutnya tinggal pembuatan SKCK. Seharusnya jam pelayan sudah di tutup namun karena kasian mungkin, petugasnya masih tetap melayani kami SKCK pun jadi dan telah saya copy serta di legalisir. Jam di HP saya sudah menunjukkan pukul 15.30 WIB. Dari Polres Ketapang Hujan lebat padahal masih ada 1 syarat lagi yang belum ada yaitu Surat Keterangan Sehat. Meskipun hujan lebat, saya tetap pergi menuju ke rumah Dokter Praktek, beliau bilang dia tidak boleh memberikan surat yang saya minta. Padahal tinggal 1 sayarat lagi, lewat pukul empat Surat Keterangan Sehat belum bisa saya peroleh, akhirnya saya putuskan untuk tidak memasukkan lamaran ke BRI Cabang Ketapang. Sedih jangan di tanya lagi mau gimana lagi mungkin belum rezeki saya.
 Saya yakin bahwa Tuhan tidak pernah tidur saya telah berusaha sebisa mungkin namun hasilnya tetap saja kegagalan.

Bersambung …………………..

Friday, 8 January 2016

PENGALAMAN MELAMAR KERJA DI BANK SYARIAH MANDIRI BSM

Kali  ini saya akan berbagi pengalaman Melamar Kerja di Bank Syariah Mandiri BSM Ketapang

Saya selesai kuliah pada Tahun 2013 mengambil jurusan ilmu sosiologi angkatan pertama di Fisip Untan. Setelah wisuda, saya harus menyelesaikan jurnal agar bisa diterbitkan dan kembali mengikut bimbingan lagi seperti bimbingan pada saat skripsi. Sambil menyusun jurnal saya mencari informasi kerja dan ternyata pas banget pada saat itu teman saya Dhea Putri H, memberi tahu saya bahwa di Kampus BSI Pontianak ada Job  Fair. 

Sebelum pergi ke Job Fair, saya telah mempersiapkan Foto copy Ijazah yang telah dilegalisir, Transkip Nilai, Curiculum Vitae, Foto copy surat pengalaman kerja, sertifikat seminar yang pernah diikuti, dan Piagam penghargaan serta tidak lupa, pada malam harinya saya menulis lebih dari 10 surat lamaran kerja yang rencanannya akan saya masukkan pada saat di Job Fair nanti.

Hari esoknya, saya telah siap untuk berangkat ke lokasi Job Fair di Kampus BSI Pontianak bersama teman saya yaitu Dhea Putri H. Kalau tidak salah tiket masuk sebesar Rp 15.000,- sayapun masuk ternyata tidak seperti yang saya bayangkan hanya ada beberapa stand saja di situ kurang lebih 15 stand.  Dari 15 stand tersebut, saya hanya tertarik memasukkan berkas lamaran ke perusahaan Manulife yang bekerjasama dengan Bank Danamon dan PT Prismas Sejahtera yang bekerjasama dengan Bank BRI. 

Keesokan harinya saya di panggil untuk interview tahap awal oleh bagian HRD Manulife di lokasi tempat diadakan Job Fair itu juga, saya tahu pertannyaan yang membuat saya tidak di terima di perusahaan tersebut yaitu : kamu bekerja, umummnya nyaman kerja di indoor atau outdoor ? saya lansung  menjawab  di dalam atau indoor karena sebelummnya saya sudah memiliki pengalaman kerja di Bimbel dan ternyata saya bisa bertahan sampai 3 tahun dan saya merasa nyaman.

Wajar saja saya tidak diterima, karena perusahaan tersebut membutuhkan tenaga salesman yang handal untuk masuknya saja syarat pendidikan minimal S1. Salesman itu pastinya lingkup kerjaan banyak di luar sedangkan saya menjawab lebih senang kerja di dalam, mungkin saya tidak sesuai dengan kriteria yang diinginkan oleh perusahaan tersebut. 

Saya masukkan lamaran kerja pada saat Job Fair pada Akhir Bulan November 2013, satu bulan telah berlalu belum juga ada panggilan dari PT Prismas Jamintara. Oh ya, beberapa minggu setelah saya wisuda, saya juga telah mengirimkan lamaran menjadi Teller di BRI Pontianak di Jalan Barito. Saya juga di telpon oleh pihak kampus Fisip Untan agar memasukkan berkas ke BPJS Ketenagakerjaan melalui Pembantu Rektor Untan tanpa Tes apapun hannya Tes Kesehatan saja untuk 5 orang mahasiswa dengan IPK tertinggi tapi belum juga ada panggilan. 

Akhirnya setelah bimbingan jurnal dan jurnal sayapun terbit, akhirnya saya memutuskan untuk kembali ke Kampung halaman saya di Kota Ketapang, tidak tau sampai kapan saya bisa ke Pontianak lagi. Di Ketapang juga belum ada  berita tentang PT Prismas, BRI, dan BPJS Ketenagakerjaan. Saya ingat sekali, tepatnya pada tanggal 25 Desember 2013 libur Natal, saya di telpon oleh seseorang yaitu bang Rizal, dia kerja di BSM Bank Syariah Mandiri Cabang Manis Mata Ketapang dia menyuruh saya agar memasukkan berkas ke BSM Ketapang dia juga memberikan no HP temannya kepada saya. Langusung saya menghubungi no HP teman bang Rizal dan luar biasa dia bilang sebelum jam 10 berkas lamaran harus sudah ada di BSM Ketapang. Pada saat saya telepon dia sudah pukul 9, saya hannya punya waktu 1 jam saja menyiapkan berkas lamaran serta mengantarkannya ke BSM. Karena berkas lamaran yang saya buat pada saat Job Fair di Pontianak masih saya simpan dan saya bawa ke Ketapang, maka saya tidak terlalu repot dan tepattnya jam 09.50 menit berkas lamaran sudah ada di BSM Ketapang yes berhasil.

Saya pulang kerumah sambil bantu ibu membuat empek - empek ada sms dari teman bang Rizal yang isinya Jam 12.30  ada tes TPA (Tes Potensi Akademik) di BSM Ketapang.  Sekarang jam 12 jadi sekali lagi saya harus terburu - buru untuk mempersiapkan untuk mengikuti tes tanpa ada persiapan sama sekali, saya harus menyeterika baju, semir sepatu mandi dan pergi mengikuti tes TPA dalam waktu setengah jam, belum lagi saya harus membeli alat tulis dan lain - lain sebagainya untuk keperluan pada saat tes nanti. Akhirnya saya terlambat 15 menit, untungnnya tes belum dimulai. Disana saya melihat  mereka yang ikut tes, saya kira cuma saya sendiri yang ikut tes dan ternyata lebih dari 9 orang. 

Saya mulai mengerjakan soal di ruangan yang disediakan oleh panitia di Bank BSM, cuma berdua saja di ruangan tersebut tanpa ada pengawas yang ada hanya CCTV. Soal TPA Terdiri dari Soal Agama Islam, Matematika, Bahasa Indonesia, Sejarah dan Pengetahuan Umum selama 45 menit  lumayan tidak terlalu sulit dan tidak terlalu mudah. Tes TPA selesai, kami harus menunggu sampai 1 jam untuk mengetahui pengumumannya. Hasilnya tenyata 9 orang tersebut lulus semua dan dilanjutkan untuk Tes Ngaji dan Wawancara. Sebagian ada yang tes pada hari itu juga dan sebagian lagi keesokkan harinya pada jam 8 pagi. Saya kena giliran tes pada hari esokknya. 

Saya bersyukur kena giliran pada keesokan harinya sehingga pada malam harinya saya bisa mempersiapkan diri untuk belajar ngaji dan browsing tips - tips menghadapi wawancara kerja. Keesokan harinya saya datang awal sekali, dapat dibilang saya orang pertama yang hadir mengikuti tes. Seperti biasa saya datang mengenakan pakaian formal, baju putih dan pakai sepatu. Jam 8 teng, kami yang mengikuti tes ngaji dan wawancara di tanya oleh  panitia siapa yang datang paling awal, saya langsung mengacungkan jari sambil memandang ke satpam dan satpam BSM mengiyakan dan akhirnya saya langsung di suruh naik ke atas untuk mengikuti tes ngaji. 

silahkan buka surah ...dan baca ayat .... sampai dengan ....  ! saya lupa nama surah dan ayatnya  yang jelas saya berhasil menemukan surah tersebut namun saya kelepasan atau kelebihan membacanya. Setelah itu saya langsung disuruh masuk ke suatu ruangan untuk wawancara, di ruangan tersebut ada seseorang, mungkin Pimpinan Cabang BSM Ketapang. Banyak pertanyaan yang di ajukan oleh beliau, pertanyaan seputar diri kita dan sekitar Curiculum Vitae yang kita buat, sangat detil sekali dari berat badan sampai tinggi badan bahkan judul skripsi yang kita buat pada saat kuliah juga jadi bahan pertanyaan beliau. 

Ada Pertanyaan pertama yang tidak pernah saya lupakan yaitu : Apakah kamu ada kenalan atau kerabat di Bank Syariah Mandiri Ketapang ? Saya bilang  ada kenalan yaitu Bang Rizal.  Emang Rizal siapanya kamu ? saya menjawab dia adalah orang cukup dekat dengan saya, waktu saya kuliah dia yang bantu saya mendaftarkan kuliah sampai tes dan tinggal di Pontianak juga dengan beliau. 

Pertanyaan kedua yang tidak bisa saya lupakan yaitu : Dengan IPK kamu sekian - sekian seharusnya kamu menjadi dosen mengapa kamu memilih menjadi Teller ? Ya Allah saya mau jawab apa, dengan sendirinya seperti ada yang memberi ide saya langgung menjawab Mungkin Peluang saya untuk menjadi dosen diluaran sana cukup besar bapak, namun terus terang saya tidak bisa memanfaatkan peluang tersebut menjadi kesempatan. Tidak ada yang memberikan kesempatan tersebut kepada saya, namun jika ada pasti tidak akan saya sia - siakan. Sekarang ada peluang bagi saya untuk menjadi Teller di BSM dan Jika bapak memberikan kesempatan itu kepada saya tentunya tidak akan saya sia -siakan juga.

cukup lama wawancara berlangsung, mungkin hampir 45 menit, saya masih ingat pertanyaan terakhir di lontarkan kepada saya, Untuk sekarang, kita memerlukan Teller yang akan di tempatkan di Manis Mata, apakah anda siap ? Mau tidak mau saya harus bilang siap dong... Tahukan jarak Ketapang Manis Mata mengunakan motor kurang lebih 8 jam perjalanan belum lagi medan jalan yang sangat jelek.

Tes Baca Al -Qur'an  dan Wawancara  Selesai, tinggal pengumuman siapa saja yang lolos ke tahap selanjutnya yaitu Tes Psikotes Kerja yang akan di umumkan lewat sms, jika dalam 2 hari tidak ada sms maka gugur atau tidak lolos. 

Pulang dari tes Baca Al - Qur'an dan Wawancara saya langsung mempersiapkan diri untuk mempelajari dan browsing tentang tes psikotes. Saya baca di internet tujuan dari psikotes itu bukan menentukan siapa yang paling banyak benar mengisi jawaban tapi untuk menentukan kriteria yang di perlukan oleh perusahaan. Saya membaca dan mempelajari tips - tips mengikuti Psikotes. Terus terang saya belum pernah mengikuti Psikotes sebelumnya, jadi agak  gimana.

Tidak sampai 2 hari, pukul 07.00 malam ada SMS dari teman bang Rizal yang isinya Selamat anda lolos ke tahap selanjutnya. besok pukul 07.00 WIB silahkan anda mengikuti Psiko Tes Alamatnya di Jalan KH Murni Gg .... Lupa saya nama Gangnya tepatnya di rumah yang memiliki Pilar Besar.  Malam itu juga saya mencari alamat yang dimaksud dan saya ketemu dengan alamat dan rumah yang dimaksud. Setelah ketemu saya langsung pulang dan belajar psikotes.

Paginya seperti bisa sudah ada yang datang kesitu untuk mengikuti Psikotes, tenyata rumah yang saya datangi merupakan rumah seorang Psikolog yang ada di Kota Ketapang. Wah keren juga ya jadi psikolog. Saya mengerjakan soal dari pukul 07.00 s/d 12.30 hampir 5 jam. Benar saja diantara bebagai tipe soal yang dikerjakan soal yang paling melelahkan yaitu tes koran luar biasa menguras tenaga dan pikiran. Tes kepribadian soalnya banyak sekali pertanyaannya mengulang ulang.
Adapun Tes yang diberikan yaitu :
1. PAPI
2. MBTI
3. KORAN
4. Meggambar, Pohon, Manusia
5. Matematika 
6. Kosa Kata
7. Mencocokan Gambar dll

Hasilnya akan diumumkan seminggu kedepan. Jia tidaakn ada pemberitahuan bearti anda gagal alias tidak lolos. Sampai sekarang tidak ada pemberitahuan, jadi bisa di simpulkan saya tidak lolos. Ketahap selanjutnya yaitu Tes Kesehatan mungkin.

KESIMPULAN TAHAPAN TES DI BSM YANG PERNAH SAYA IKUTI YAITU:
1. TPA  lolos
2. BACA QUR'AN lolos
3. WAWANCARA lolos
4. PSIKOTES tidak lolos
5. KESEHATAN tidak mengikuti


Sayangnya saya gugur pada saat Psikotes ini. Walaupun saya tidak lolos, yang terpenting pengalaman yang saya dapatkan sangat berharga. Mungkin rezeki saya bukan di BSM.
Allah selalu memberikan yang terbaik untuk hambanya yang selalu berdoa dan berusaha.

SEKIAN DULU TULISAN SAYA KALI INI. 
Berikutnya saya akan menulis tentang Pengalaman saya di Terima di Bank BRI Bagian 1